FaktaMisterius- Nggak cuma menjelang Hallowen aja, sepanjang tahun 2018 ada banyak banget film dengan genre horor yang dirilis. Film-film tersebut juga laris manis di pasaran. Menurut data filmindonesia.or.id, 15 besar film Indonesia dengan penonton terbanyak didominasi oleh film horor. Setelah "Dilan 1990", ada "Danur 2:Maddah" di posisi kedua, lalu "Jailangkung 2", "Sabrina", dan "Kuntilanak". Hal itu sudah cukup membuktikan bahwa film horor memang punya banyak peminat. Kamu mungkin satu di antaranya. Nah, kamu sendiri pernah bertanya-tanya nggak sih kenapa orang suka banget nonton film horor padahal serem dan sering ketakutan? Ada penjelasannya nih dari Psychology Today.

1. Pengen ngerasain sensasi takut.

Menurut seorang profesor sosial dan organinasi dari Unversitas Utrecht, sebagian besar orang pengen nonton film horor karena mereka pengen ngerasain tantangan dan ngerasain takut. Dalam sebuah kesempatan, dia menjelaskan bahwa tiap orang pengen mendapatkan dampak dari apa yang dilihat saat menikmati sebuah hiburan. Nah, saat seseorang memilih untuk menyaksikan film horor, dia sebenernya pengen ngerasain efek takut yang ditimbulkan.

2. Punya daya pikat

Glenn Walters pernah menuliskan dalam sebuah jurnal Media Psychology bahwa film horor punya tiga daya pikat. Apa aja? Pertama, film horor menawarkan sensasi rasa tegang yang ditimbulkan dari teror, adegan mengejutkan, misteri, dan darah yang muncul. Kedua, ada unsur relevansi yang bisa dikaitkan sama pengalaman pribadi, budaya, dan rasa takut terhadap kematian. Daya pikat yang terakhir adalah unrealisme yang kontras sama daya pikat kedua dan pengen tetep dinikmati.


3. Mengontrol diri berkat fiksi

Mengontrol diri berkat fiksi Nonton film sendiri via The Horror Honeys
Haidt, McCauley, dan Rozin adalah tiga ahli yang sempat bikin penelitian terkait film dokumenter yang bikin orang mual. Para responden diminta buat nonton tiga film soal penyembelihan sapi, pemukulan terhadap monyet yang otaknya dimakan, dan operasi wajah. Hampir 90% orang nggak sanggup menonton sampai selesai. Mereka semua malah berpendapat bahwa mereka lebih baik nonton horor dibanding nonton film dokumenter itu. Setelah diteliti lebih lanjut, mereka lebih suka horor karena cerita fiksi bisa ngasih kontrol ke penontonnya. Saat kita nonton horor, kita sadar bahwa itu cuma fiktif.

4. Punya hubungan sama karakteristik disposisional

Deirdre Johnston dalam sebuah penelitian menemukan adanya 4 motivasi utama kenapa anak muda suka nonton film horor. Motivasi tersebut punya hubungan sama karakteristik disposisional yakni rasa takut, empati, dan sensasi. Lebih lanjut, Johnston menjelaskan soal keempat motivasi tersebut. Pertama, pengamat darah kental yang memiliki empati rendah dan menikmati sensasi yang tinggi. Untuk pria, hal ini berkaitan erat dengan pembunuh.

Kedua, Pengamat sensasi, ia cenderung punya empati dan penikmat sensasi yang tinggi. Johnston mengidentifikasi kelompok ini menyukai ketegangan film. Ketiga, pengamat independen, biasanya memilih empati yang tinggi untuk korban dengan efek positif untuk mengatasi rasa takut. Yang terakhir adalah pengamat masalah. Dia biasanya memiliki empati tinggi untuk korban tapi dicirikan oleh efek negatif seperti rasa tidak berdaya.

5. Katarsis

Psikoanalisa bernama Sigmund Freud pernah mengatakan bahwa emosi manusia yang tertahan bisa mengakibatkan ledakan emosi yang berlebihan. Buat menanggulanginya dibutuhkn penyaluran emosi. Satu di antaranya adalah dengan menonton film horor yang menyeramkan. Lewat tontonan ini orang bisa menyalurkan agresi itu dengan baik.

Itu adalah beberapa alasan yang dikemukakan oleh para ahli berdasaran pengamatan dan penelitian terkait penonton dan film horor. Semoga bisa menjawab pertanyaan kamu yah soal kenapa banyak orang kencanduan dan suka banget sama horor meskipun film itu menyeramkan.
(sumber asli artikel keepo.me)